FORUM BKSP - INDONESIA
membangun infrastruktur kompetensi
Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

BKSP Jateng Percepat Pembangunan LSP

SEMARANG (JT-NEWS); Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jawa Tengah berupaya terus mempercepat kompetensi SDM dengan mendorong terbentuknya Lembaga Serifikasi Profesi ( LSP ) di berbagai daerah.
Ketua BKSP Jawa Tengah Hertoto Basuki mengatakan pihaknya kini gencar melakukan pembentukan LSP, terutama untuk memenuhi kebutuhan kalangan industri padat kerja di provinsi ini.
"Saat ini di Jawa Tengah sudah terdapat sebanyak 30 LSP di antaranya untuk LSP sektor Garmen, Batik, Humas, Retail, Kecantikan, Perbankan Syariah dan Analis Kesehatan. LSP ini dapat memenuhi kebutuhan Uji Kompetensi pada bidang – bidang itu," ujarnya di Semarang Sabtu (20/8).
Percepatan ini, lanjutnya, guna memenuhi program Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menghadapi MEA 2015 yang menargetkan terbentuknya 250 LSP hingga tahun ini.

Read More: http://www.jatengnews.com/2015/08/bksp-jateng-percepat-pembangunan-lsp/

Indonesia Baru Miliki 406 Standar Kompetensi Kerja

JAKARTA (Pos Kota) – Indonesia baru memiliki 406 standar kompetensi kerja. Karena itu pemerintah terus berupaya memperbanyak jumlah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pekerja Indonesia agar siap bersaing dan berkompetisi dengan pekerja yang berasal dari negara lain.

"Standar kompetensi yang dibuat disesuaikan dengan kebutuhan industri dan pengguna tenaga kerja. Standar kompetensi ini setara dengan standar kompetensi kerja dari negara lain atau standar internasional yang berlaku di banyak negara," kata Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Khairul Anwar, kemarin.

Le 406 SKKNI yang ada sekarang, lanjutnya, terbagi dalam 9 sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kehutanan (56 SKKNI), listrik, pertambangan dan energi (52 SKKNI) dan industri manufaktur (54 SKKNI).

Sektor lainnya adalah perhubungan dan telekomunikasi (21 SKKNI) kebudayaan, pariwisata dan seni (56 SKKNI), kesehatan (3 SKKNI), keuangan dan perbankan (18 SKKNI), konstruksi (108 SKKNI), serta jasa, konsultasi dan pertambangan (36 SKKNI).

Penetapan SKKNI ini, lanjutnya, memiliki makna strategis dalam menata SDM nasional Indonesia. Oleh karena itu, SKKNI perlu dikembangkan di semua bidang dan tingkatan profesi, terutama pada bidang dan tingkatan profesi diminati dan menjadi prioritas di pasar kerja bebas.

"Selain dibutuhkan dalam dunia kerja, penerapan SKKNI dalam pengembangan SDM memiliki peranan besar sebagai acuan dalam pengembangan program pendidikan dan pelatihan dan acuan dalam sertifikasi kompetensi tenaga kerja,"kata Khairul. "Pembuatan dan penetapan standar kompetensi kerja tersebut juga diharapkan memudahkan lembaga diklat dan lembaga sertifikasi dalam pengembangan program dan kurikulum diklat."

PERCEPAT SERTIFIKASI

Menurutnya, selain mendorong pengembangan dan penambahan jumlah SKKNI, Kementerian Ketenagakerjaan pun mendorong percepatan sertifikasi kompetensi dan keterampilan kerja yang diakui secara regional maupun internasional.

"Pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja diharapkan menjamin tenaga kerja yang dibutuhkan memenuhi kompetensi dan kualifikasi. Selain itu sertifikasi pun bisa meningkatkan aspek kesejahteraan pekerja itu sendiri," ujarnya.

Untuk mempercepat proses sertifikasi tenaga kerja, Kemnaker meminta BNSP selaku lembaga yang berwenang (authority body) sebagai pelaksana sertifikasi kompetensi kerja untuk meningkatkan kinerja serta akselerasi yang lebih optimal dalam pelayanan sertifikasi kompetensi kerja.(tri/yo)

Sumber : http://poskotanews.com/2015/02/07/indonesia-baru-miliki-406-standar-kompetensi-kerja/

MEA 2015, Kemkominfo Prioritaskan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja

[JAKARTA] Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI berkomitmen dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk mendukung program percepatan sertifikasi kompetensi tenaga kerja, dalam rangka menghadapi kesepakatan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

"Dalam konteks MEA 2015, kita tidak hanya melihatnya dari segi bisnis namun juga kualitas SDM-nya," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, usai menghadiri sosialisasi sertifikasi tenaga kerja industri bidang komunikasi dan informatika dalam era MEA 2015 di Jakarta, Senin (2/2).

Menurutnya, tahun ini Kemkominfo telah menyiapkan program prioritas untuk mempercepat proses sertifikasi, diantaranya fasilitasi penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), pelatihan dan sertifikasi berbasis standar kompetensi, pelatihan assesor, pelatihan instruktur dan fasilitasi pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

"Saat ini lembaga sertifikasi profesi LSP di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang kita punya hanya 2 LSP dan idealnya berkisar 20 hingga 40 LSP," terang Rudiantara.

Selain penetapan program itu, kemkominfo juga memfasilitasi masyarakat industri dan profesi dalam penyusunan dan penetapan 16 SKKNI di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Berdasarkan data 2004- 2014 terdapat 406 SKKNI yang terbagi dalam 9 Sektor kerja. Khusus di sektor perhubungan dan telekomunikasi saat ini Indonesia telah memiliki 21 SKKNI yang terdiri dari 1 SKKNI di sektor perhubungan dan 20 SKKNI di bidang Telekomunikasi. [RRI/L-8]

SUMBER : http://sp.beritasatu.com/home/mea-2015-kemkominfo-prioritaskan-sertifikasi-kompetensi-tenaga-kerja/76742

September 2017
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Peta BKSP se-Indonesia

contentmap_module

Salam Pembuka

Ketua-2

Sambutan Ketua Forum BKSP-Indonesia

Hertoto Basuki

Pertama, marilah kita bersama mengucapkan syukur kepada Tuhan YME karena atas restuNya, informasi tentang pembangunan kompetensi SDM melalui sertfikasi profesi yang dikerjakan Forum BKSP se-Indonesia dapat tersaji kepada masyarakat melalui website ini... selengkapnya...

AEC 2015 tinggal

Anything in here will be replaced on browsers that support the canvas element


Login